Tradisi Ziarah kemakam pada hari kamis sore di Desa Bodeh

Bodeh.desaku, 19/01 – Sore ini langit kelihatan mendung walau tidak meneteskan airnya, sehingga pada sore ini di tempat pemakaman umum desa Bodeh kelihatan ramai tidak seperti hari biasanya karena hari ini hari kamis malam jum’at kliwon.  Banyak orang yang sengaja menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke makam sanak saudaranya dan sekaligus mendoakan ahli kubur agar kesejahteraan, keselamatan, ampunan, dan rahmat Allah selalu melimpah kepada penghuninya kepada yang telah meninggal.

Walau seyogyanya ziarah kubur baik dilakukan kapan saja, tetapi tradisi sebagian besar masyarakat desa Bodeh dan sekitarnya percaya bahwa ziarah diwaktu-waktu khusus termasuk di hari kamis malam jum’at ini agar lebih dekat dengan penghuninya. Demikian disebutkan Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi dalam At-Tajrid li Naf‘il ‘Abid ala Syarhil Manhaj.

فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس، وأما زيارته صلى الله عليه وسلم لشهداء أحد يوم السبت فلضيق يوم الجمعة عما يطلب فيه من الأعمال مع بعدهم عن المدينة ق ل وبرماوي و ع ش على م ر

“Informasi, roh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, roh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di hari Kamis hingga fajar menyingsing di hari Sabtu. Karenanya, banyak orang melazimkan ziarah kubur pada hari Jum‘at dan waktu Ashar di hari Kamis. Sedangkan ziarah Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada di perang Uhud pada hari Sabtu lebih karena sempitnya hari Jum‘at oleh pelbagai amaliyah fadhilah Jum‘at sementara mereka jauh dari kota Madinah. Demikian keterangan Qaliyubi, Barmawi, dan Ali Syibromalisi atas M Romli.” (www.nu.or.id)

Sedangkan Ziarah Kubur memiliki dua tujuan, yaitu :

Pertama, penziarah mengambil manfaat dengan mengingat mati dan orang yang mati. Dan tempat mereka ke Surga atau ke neraka.

Kedua, si mayit mendapat kebaikan dengan perbuatan baik dan salam untuknya serta mendapat doa  permohonan ampunan. Dan ini khusus untuk mayat yang Muslim. (Ahkamul Janaiz halaman 239)

Hikmah Ziarah Kubur
Ziarah kubur banyak memiliki hikmah dan manfaat, di antara yang terpenting adalah:

  1. Ia akan mengingatkan akhirat dan kematian sehingga dapat memberikan pelajaran dan ibrah bagi  orang yang berziarah. Sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam kehidaupan.“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Majah no.1569)
  2. Mendoakan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohonkan ampuna untuk mereka atas segala amalan di dunia.
  3. Untuk menghidupkan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
  4. Untuk mendapatkan pahala kebaikan dari Allah dengan ziarah kubur yang dilakukannya.
  5. Ziarah kubur dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:    “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584)
  6. Ziarah kubur dapat membuat hati tidak terpaut kepada dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia. Dalam riwayat lain hadits ini disebutkan: “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Haakim no.1387, didhaifkan Al Albani dalam Dha’if Al Jaami’, 4279)
  7. Al Munawi berkata: “Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya” (Faidhul Qaadir, 88/4) [Pn]

 

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*