Beliau,Tokoh Perubahan Desa Bodeh

Bodeh.desaku  – Dua puluh tahun yang lalu di Desa Bodeh tepatnya di Dukuh Bodeh Timur, masyarakat sekitar sangat jauh berbeda dengan sekarang. Kenapa berbeda..?? menurut berbagai sumber yang ada, dua puluh tahun silam Desa Bodeh di dukuh Bodeh Timur seperti jaman kegelapan. Masyarakat sekitar terbiasa dengan aktifitas perjudian dan mabok-mabokan, hampir setiap hari kegiatan itu berlangsung, bahkan kegiatan itu dilakukan secara terang-terangan. Tidak jarang setiap sore ada orang adu mulut dengan keluarga dan tetangganya. Walau pada saat itu sudah ada tokoh-tokoh agama akan tetapi tidak banyak melakukan perubahan dalam sikap dan perilaku masyarakat desa Bodeh.

Pada tahun 1998 lahirlah Organisasi keagamaan di desa Bodeh yaitu Nahdlatul Ulama atau yang akrab dikenal dengan NU. Walau pada dasarnya kelahiran NU di desa Bodeh ini, tidak sedikit yang menentang tetapi membawa warna yang berbeda di sebagian kecil masyarakat Bodeh pada saat itu. Berdirinya NU di Perkasai oleh Ustadz Akhmad Riyadi, walau beliau pendatang dari desa sebelah yang menikah dengan Ibu Suyatni pada 1 Febuari 1997, beliau memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan ala Islam Ahlussunah Wal Jama’ah di Desa Bodeh.

Pria kelahiran 13 Januari 1967 yang sering di sapa dengan panggilan “Om Yadi” dalam wawancaranya menyampaikan bahwa “ sekarang tinggal menjaga agar kita bisa selalu memetik buahnya, buah dari perjuangan kami menyiarkan agama Islam di sini. Dulu warga yang sering mabok-mabokan dan berjudi, sekarang jarang kita jumpai lagi. dan ini adalah sebuah hasil dari tahun 1997 hingga 2001 yang merupakan babat awal selama 4 tahun, hingga sekarang Islam berkembang di desa Bodeh dan menjadi lingkungan yang agamis dengan kehidupan yang tentram dalam beribadah”. Tutur beliau dengan diselingi tawa canda khasnya.

Beliau juga menuturkan bahwa pada tahun 2000, beliau mendirikan rumah yang mana sebagian ruangannya di jadikan musholla. Pada tahun 2000 itulah awal pertama kali melakukan sholat tarawih berjama’ah di Rt. 07 dan 06 Rw. 02. Dan musholla inilah menjadi cikal bakal awal didirikannya musholla permanen di desa  Bodeh di Rt. 07 Rw. 02. Dari kesadaran yang semakin meningkat tentang pengetahuan agama, masyarakat bergotong royong bersama-sama untuk mendirikan tempat ibadah. Hingga akhirnya pada tahun 2002 berdirilah Musholla Al Barokah, Musholla yang sekarang bisa dikatakan menjadi pusat kegiatan keagamaan ala Ahlussunah Wal Jama’ah di desa Bodeh. sekarang bukan hanya NU saja yang berkembang di Desa Bodeh tetapi Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU yang merupakan banom-banom dari NU mewarnai di setiap lini elemen masyarakat desa Bodeh.

Beliau dengan ciri khasnya  yang selalu murah senyum dengan canda tawanya, merupakan Tokoh Agama yang bisa dikatakan berhasil menyiarkan agama Islam didesa Bodeh Khususnya di Rt. 07 Rw. 02. Beliau juga yang pertama kali mengadakan jama’ah tahlil di desa Bodeh pada tahun 1999. Beliau juga berhasil mendirikan TPQ serta sudah banyak santri-santri yang lulus dari TPQ Beliau. Bahkan banyak kader kader generasi muda yang muncul dari asuhan dan didikan beliau. Beliau adalah Tokoh Agama yang melakukan banyak perubahan.

foto bersama 2 Putrinya dan 2 santrinya

Beliau yang dikarunia dua anak perempuan, anak pertamanya Lutfiani Akhmadi yang sedang menempuh kuliah di Universitas Brawijaya dan anak kedua beliau Isna Azmi Azis yang sedang duduk di bangku SMP kelas 9 di SMPN 01 Bodeh. Beliau yang sekarang genap berumur 50 tahun, mempunyai aktifitas sebagai Pendidik di SDN Kebandungan. Walau Beliau sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi masih aktif dalam kegiatan keorganisasian, bahkan beliau diamanati menjadi ketuaRanting Tanfidziyah NU Desa Bodeh selama tiga periode. bukan hanya itu beliau juga masih aktif dalam kegiatan-kegiatan di Desa.

Mari kita do’akan bersama semoga selalu diberi kesehatan untuk beliau dan diberikan panjang umur. Amiin. [Pn]

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*